KOTAK PENCARIAN GOOGLE


Jumat, 22 Oktober 2010

MENANGGULANGI STRESS MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI

/*
Didalam penelitian yang dilakukan di Universitas British Columbia, Vancover, telah terbuktikan bahwa penanggulangan stress yang dilakukan dibawah pengawasan para ahli dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, ternyata telah mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Meredakan perasaan yang tegang serta meningkatkan kemampuan individu didalam mengatasi kemarahan, ternyata terbukti mampu menurunkan tekanan darah tinggi pada para penderitanya.

Sejumlah dua puluh tujuh pria maupun wanita yang menderita tekanan darah tinggi, telah disertakan dalam percobaan ini selama 10 jam, dibawah pengontrolan para akhli professional.

Terapi yang dilakukan, mengacu pada terapi “ prilaku dan kesadaran “ yang dipusatkan pada penerapan cara merubah pola berpikir, pola berkeyakinan berlebihan serta pengertiannya akan dampak stress serta kemarahan.

Pengukuran tekanan darah, dilakukan melalui alat-alat monitor khusus dan diawasi secara ketat selama 24 jam, dan hasilnya diperbandingkan dengan 33 pasien penderita tekanan darah tinggi lain yang pada saat itu tidak disertakan pada terapi penanggulangan stress tersebut. .

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan karena pada grup yang menjalani terapi penanggulangan stress tekanan darahnya telah turun secara bermakna, sedangkan pada para pasien yang tidak disertakan dalam terapi penanggulangan stress tersebut, tekanan darah mereka ternyata sama sekali tidak ada perubahan.

Dan ketika kepada sejumlah pasien yang tadinya tidak mengikuti terapi penanggulangan stress tersebut kemudian diterapkan cara yang sama, ternyata tekanan darah mereka juga pada akhirnya turun. Demikian yang dilaporkan oleh Wolfgang Linden, PhD.,serta rekan-rekannya.

Disarikan dan dialihbahasakan oleh : WS Djaka Panungkas dari tulisan Mark Moran, MPH dalam WebMD
Didalam penelitian yang dilakukan di Universitas British Columbia, Vancover, telah terbuktikan bahwa penanggulangan stress yang dilakukan dibawah pengawasan para ahli dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, ternyata telah mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Meredakan perasaan yang tegang serta meningkatkan kemampuan individu didalam mengatasi kemarahan, ternyata terbukti mampu menurunkan tekanan darah tinggi pada para penderitanya.

Sejumlah dua puluh tujuh pria maupun wanita yang menderita tekanan darah tinggi, telah disertakan dalam percobaan ini selama 10 jam, dibawah pengontrolan para akhli professional.

Terapi yang dilakukan, mengacu pada terapi “ prilaku dan kesadaran “ yang dipusatkan pada penerapan cara merubah pola berpikir, pola berkeyakinan berlebihan serta pengertiannya akan dampak stress serta kemarahan.

Pengukuran tekanan darah, dilakukan melalui alat-alat monitor khusus dan diawasi secara ketat selama 24 jam, dan hasilnya diperbandingkan dengan 33 pasien penderita tekanan darah tinggi lain yang pada saat itu tidak disertakan pada terapi penanggulangan stress tersebut. .

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan karena pada grup yang menjalani terapi penanggulangan stress tekanan darahnya telah turun secara bermakna, sedangkan pada para pasien yang tidak disertakan dalam terapi penanggulangan stress tersebut, tekanan darah mereka ternyata sama sekali tidak ada perubahan.

Dan ketika kepada sejumlah pasien yang tadinya tidak mengikuti terapi penanggulangan stress tersebut kemudian diterapkan cara yang sama, ternyata tekanan darah mereka juga pada akhirnya turun. Demikian yang dilaporkan oleh Wolfgang Linden, PhD.,serta rekan-rekannya.

Disarikan dan dialihbahasakan oleh : WS Djaka Panungkas dari tulisan Mark Moran, MPH dalam WebMD

Tidak ada komentar:

UNTUK MENCAPAI SERTA MEMPERTAHANKAN SUATU KEPULIHAN

  1. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya tubuh Anda memiliki proses-proses alami yang bila dicermati benar-benar, ternyata bahwa proses-proses tersebut memiliki kinerja yang bersifat memelihara, melindungi serta memulihkan dirinya.
  2. Sadari sepenuhnya akan ke-Maha Pengasihan Tuhan, dengan menyadari bahwa sebagai “Yang Maha Pengasih walau dengan alasan apapun pasti tidak akan membiarkan yang dikasihi oleh-Nya sampai harus mengalami penderitaan (cobalah cermati kinerja proses-proses tubuh kita tersebut, yang diciptakan-Nya sebagai bukti dari Ke Maha Pengasihan-Nya tersebut, yang menunjukan bahwa Dia tidak menginginkan sampai kita menghadapi masalah, penderitaan maupun penyakit).
  3. Sadari bahwa setiap masalah atau penyakit sebenarnya merupakan sesuatu yang terjadi jika kita salah didalam berpola pikir serta berpola makan, akibat lebih bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk memuaskan serta menyenangkan diri dari pada bertolok ukurkan pada pola yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan didalam memelihara serta menjaga keutuhan tubuh kita tersebut dengan selalu menerapkan kehendak-Nya didalam setiap gerak langkah yang kita lakukan didalam kehidupan kita sejak saat kita berpikir.
  4. Upayakan agar jangan menilai berlebihan apapun atau siapapun, tapi usahakanlah untuk dapat selalu menciptakan kehidupan yang bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk menciptakan kehidupan bersama yang saling mengasihi atau saling tidak menciptakan masalah satu sama lain. Jadi, hindari penerapan sikap serta prilaku tolok ukurnya berdasarkan pementingan, pemuasan, serta penyenangan diri, keluarga, golongan, agama dan lain-lainnya.
  5. Berpeganglah pada suatu prinsip bahwa apapun yang akan kita lakukan harus selain akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, juga harus jangan sampai bisa menimbulkan masalah bagi pihak yang lain.
  6. Jangan terlalu mempermasalahkan apapun termasuk apa yang diperbuat oleh orang lain. Tetapi, ingatlah selalu bahwa demi dapat menciptakan ketentraman hidup bersama pihak lain, awalilah menciptakannya melalui pengelolaan pola berpikir serta pola bertindak diri kita sendiri.
  7. Tinggalkan pola makan serta minum yang cenderung didasari oleh keinginan untuk dapat memenuhi selera, rasa menyukai atau karena ingin mengikuti mode agar tidak disebut ketinggalan jaman saja, mengingat bermanfaat atau tidaknya yang tergantung dari dibutuhkan atau tidaknya oleh proses-proses tubuh pada saat itu.
  8. Jangan sampai berpikir tentang apa yang harus dilakukan oleh orang lain maupun diri kita sendiri agar kita mencapai kepuasan atau kesenangan. Tetapi pikirkanlah apa yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup tentram dan damai dengan siapapun.

Sekar Kinasih Healing Therapy

Sistim pemulihan melalui pengelolaan pola berpikir dan pola makan/minum

GRATIS KONSULTASI JARAK JAUH

UNTUK INFORMASI TERAPI JARAK JAUH, SILAHKAN MENGHUBUNGI :

mindhealingtherapy@yahoo.com



,