KOTAK PENCARIAN GOOGLE

Memuat...

Share It

Jumat, 12 November 2010

DAMPAK STRESS DITEMPAT KERJA DAN CARA MENGATASINYA

/*

Jika Anda memiliki atasan yang pilih kasih serta rekan kerja yang memiliki sifat tidak baik, maka berhati-hatilah karena mungkin tidak hanya kedudukan Anda saja yang menjadi terancam, tetapi fisik Andapun akan berada didalam bahaya.


Karena suatu lingkungan kerja yang mencekam akan mengikis semangat karyawannya. Dan suasana seperti itu akan memperburuk kesehatan.

Misalnya lingkungan dimana Anda harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang rekan kerja Anda dengan mudahnya selalu memperoleh promosi sedangkan disisi lain kerja keras Anda seolah-olah tidak pernah diperhatikan bahkan ide-ide atau masukan-masukan Anda seolah-olah tidak didengar apalagi sampai dihargai.

Didengar merupakan suatu kebutuhan

Merasa terjebak di tempat kerja yang tidak adil dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang merupakan penyebab utama terjadinya kematian di AS

Dalam studi yang dilakukan di Finlandia antara tahun 1985 dan 1990, dimana para peneliti telah mensurvei lebih dari 6.000 pegawai negeri pria maupun wanita di Inggris yang tidak mengalami penyakit jantung koroner mengenai berapa jauh adil atau tidaknya perlakuan yang mereka terima dalam pekerjaan mereka, memperoleh fakta bahwa pada kenyataannya yang merasakan bahwa mereka diperlakukan secara adil jumlahnya 30 % lebih kecil dari para pekerja yang secara konsisten menyatakan dirinya mengalami ketidak adilan di tempat kerjanya.

Hanya mereka yang merasakan bahwa atasan mereka menghargai pandangan mereka, memperlakukan mereka dengan jujur, serta selalu menyertakan mereka dalam mengambil keputusanlah yang menyatakan tempat mereka bekerja adalah adil.

"Hasil dari penelitian ini telah menunjukkan apa yang oleh banyak ahli dikatakan merasa seperti tidak pernah didengarkan, memiliki peringkat yang tertinggi sebagai pencipta stress dalam hubungan kerja, akibat dari merasa diabaikan" menurut psikolog Carol Kauffman, PhD, asisten profesor di departemen Harvard Medical School psikiatri .

Sedang menurut Bruce Rabin, MD, PhD, seorang profesor bagian patologi dan psikiatri dari Universitas Pittsburgh Medical Center, tempat bekerja seseorang harus memiliki nilai yang positip bagi para pekerjanya.

Karena, jika seorang pekerja merasakan bahwa kehadirannya kurang dihargai, dan idenya cenderung diremehkan, maka pekerja tersebut akan mengalami resiko untuk mendapat penyakit jantung. Padahal tempat kerja seharus bahkan merupakan sesuatu yang penting nilainya bagi pekerjanya karena mampu menunjang kehidupannya sehingga menyelamatkan dirinya dari gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh stress.

Reaksi terhadap sikap teman sekerja

Para pekerja yang bereaksi terhadap hubungan interpersonal mereka yang buruk di tempat bekerjanya akibat sikap rekan sekerjanya yang menurut penilaiannya pasif atau bahkan terlalu agresif atau sikap dari atasannya yang tidak memuaskan, dapat menciptakan dampak dramatis yang akan memunculkan tingkat stres berikutnya.

Menurut Len Tuzman, DSW, seorang pakar dalam bidang stress management, ada orang-orang yang rentan sekali terhadap stress. Yaitu orang-orang yang selalu mengalami kesulitan dalam mengatur kehidupannya sehari-har serta kurang mampu dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi olehnya, hingga cenderung untuk memiliki tingkat kecemasan tinggi dan selalu hidup didalam ketidak pastian

Bagaimana stress berdampak pada kesehatan
Saat kita merasakan stress, dalam diri kita akan terjadi peningkatan konsentrasi hormon stres pada darah, yaitu peningkatan kadar kortisol serta norepinephrine.

Setiap orang pada dasarnya memiliki kerentanan organ yang berbeda terhadapnya, sehingga ada yang meresponnya sebagai rasa panik, dan ada juga yang merasakan sakit kepala oleh karenanya," kata John Garrison, PhD, direktur dari program manajemen stres pada Lahey Clinic di Burlington.

Stress juga dapat menyebabkan berbagai dampak pada kesehatan, misalnya menyulitkan dalam mengendalikan diabetes karena menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah sebagai respon dari tubuh dalam meningkatkan jumlah energi untuk mengatasi stres.

Stres dan Peningkatan Kadar Kolesterol


Cepat atau lambat, stres bahkan akan meningkatkan kadar kolesterol. Para peneliti Inggris yang mengevaluasi reaksi stres yang dialami oleh 199 orang pria dan wanita yang sehat telah menemukan kenyataan bahwa pada para peserta yang cepat bereaksi terhadap situasi yang emosional secara langsung pada dirinya terjadi peningkatan yang signifikan pada kadar kolesterol dalam darahnya.


Hal ini, mungkin merupakan sesuatu yang diakibatkan oleh karena stress memicu terjadinya peradangan pada tubuh yang mengakibatkan adanya peningkatan dalam produksi lipid (lemak).

Stres yang mempengaruhi kesehatan tidak sepenuhnya diakibatkan oleh reaksi fisiologis.

Stres juga akan mempengaruhi perilaku, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kesehatan.

Kita tidak bisa dengan mudah menghindari seseorang yang membuat kita bermasalah. Karena itu manfaatkanlah hal tersebut untuk mempelajari bagaimana kita melihatnya dari sudut pandang yang lain dalam berinteraksi dengan mereka.

Cara Mengatasi Situasi Yang Menimbulkan Stres


Perbaiki hubungan dengan atasan dengan menghargai walau sekecil apapun dukungan yang telah diberikan oleh atasan.


Belajarlah untuk membuat sebuah hubungan kerja. Jadi, jika tidak memiliki hubungan dengan seseorang usahakan untuk dapat menciptakannya

Belajarlah memahami serta mengevaluasi gaya rekan kerja.

Berolahragalah sesuai kemampuan.

Lakukan teknik relaksasi yang disukai dari tehnik-tehnik yang tradisional hingga Tai Chi maupun meditasi untuk dapatmenemukan keseimbangan.
________________________________________
Dialihbahasakan dan disarikan dari tulisan Elizabeth Heubeck yang dikaji ulang oleh iLouise Chang, MD dari WebMD Feature oleh WS Djaka Panungkas

SUMBER ASLI : Carol Kauffman, PhD, assistant professor, department of psychiatry, Harvard Medical School. Bruce Rabin, MD, PhD, professor of pathology and psychiatry, University of Pittsburgh Medical Center. Len Tuzman, DSW, social worker. John Garrison, PhD, director, stress management program, Lahey Clinic, Burlington, Mass. Karen Leland, president, Sterling Consulting Group; author Watercooler Wisdom: How Smart People Prosper in the Face of Conflict, Pressure, and Change. Scott Meit, PsyD, vice chairman for psychology, department of psychiatry and psychology, The Cleveland Clinic. Kivimaki, M. Archives of Internal Medicine, October 2005; vol 165: pp. 2245-51. Anderson American Journal of Health Promotion, September-October 2000; vol 15: pp. 45-52. Steptoe, A. Health Psychology, November 2005; vol 24.

Jika Anda memiliki atasan yang pilih kasih serta rekan kerja yang memiliki sifat tidak baik, maka berhati-hatilah karena mungkin tidak hanya kedudukan Anda saja yang menjadi terancam, tetapi fisik Andapun akan berada didalam bahaya.


Karena suatu lingkungan kerja yang mencekam akan mengikis semangat karyawannya. Dan suasana seperti itu akan memperburuk kesehatan.

Misalnya lingkungan dimana Anda harus menghadapi kenyataan bahwa salah seorang rekan kerja Anda dengan mudahnya selalu memperoleh promosi sedangkan disisi lain kerja keras Anda seolah-olah tidak pernah diperhatikan bahkan ide-ide atau masukan-masukan Anda seolah-olah tidak didengar apalagi sampai dihargai.

Didengar merupakan suatu kebutuhan

Merasa terjebak di tempat kerja yang tidak adil dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang merupakan penyebab utama terjadinya kematian di AS

Dalam studi yang dilakukan di Finlandia antara tahun 1985 dan 1990, dimana para peneliti telah mensurvei lebih dari 6.000 pegawai negeri pria maupun wanita di Inggris yang tidak mengalami penyakit jantung koroner mengenai berapa jauh adil atau tidaknya perlakuan yang mereka terima dalam pekerjaan mereka, memperoleh fakta bahwa pada kenyataannya yang merasakan bahwa mereka diperlakukan secara adil jumlahnya 30 % lebih kecil dari para pekerja yang secara konsisten menyatakan dirinya mengalami ketidak adilan di tempat kerjanya.

Hanya mereka yang merasakan bahwa atasan mereka menghargai pandangan mereka, memperlakukan mereka dengan jujur, serta selalu menyertakan mereka dalam mengambil keputusanlah yang menyatakan tempat mereka bekerja adalah adil.

"Hasil dari penelitian ini telah menunjukkan apa yang oleh banyak ahli dikatakan merasa seperti tidak pernah didengarkan, memiliki peringkat yang tertinggi sebagai pencipta stress dalam hubungan kerja, akibat dari merasa diabaikan" menurut psikolog Carol Kauffman, PhD, asisten profesor di departemen Harvard Medical School psikiatri .

Sedang menurut Bruce Rabin, MD, PhD, seorang profesor bagian patologi dan psikiatri dari Universitas Pittsburgh Medical Center, tempat bekerja seseorang harus memiliki nilai yang positip bagi para pekerjanya.

Karena, jika seorang pekerja merasakan bahwa kehadirannya kurang dihargai, dan idenya cenderung diremehkan, maka pekerja tersebut akan mengalami resiko untuk mendapat penyakit jantung. Padahal tempat kerja seharus bahkan merupakan sesuatu yang penting nilainya bagi pekerjanya karena mampu menunjang kehidupannya sehingga menyelamatkan dirinya dari gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh stress.

Reaksi terhadap sikap teman sekerja

Para pekerja yang bereaksi terhadap hubungan interpersonal mereka yang buruk di tempat bekerjanya akibat sikap rekan sekerjanya yang menurut penilaiannya pasif atau bahkan terlalu agresif atau sikap dari atasannya yang tidak memuaskan, dapat menciptakan dampak dramatis yang akan memunculkan tingkat stres berikutnya.

Menurut Len Tuzman, DSW, seorang pakar dalam bidang stress management, ada orang-orang yang rentan sekali terhadap stress. Yaitu orang-orang yang selalu mengalami kesulitan dalam mengatur kehidupannya sehari-har serta kurang mampu dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi olehnya, hingga cenderung untuk memiliki tingkat kecemasan tinggi dan selalu hidup didalam ketidak pastian

Bagaimana stress berdampak pada kesehatan
Saat kita merasakan stress, dalam diri kita akan terjadi peningkatan konsentrasi hormon stres pada darah, yaitu peningkatan kadar kortisol serta norepinephrine.

Setiap orang pada dasarnya memiliki kerentanan organ yang berbeda terhadapnya, sehingga ada yang meresponnya sebagai rasa panik, dan ada juga yang merasakan sakit kepala oleh karenanya," kata John Garrison, PhD, direktur dari program manajemen stres pada Lahey Clinic di Burlington.

Stress juga dapat menyebabkan berbagai dampak pada kesehatan, misalnya menyulitkan dalam mengendalikan diabetes karena menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah sebagai respon dari tubuh dalam meningkatkan jumlah energi untuk mengatasi stres.

Stres dan Peningkatan Kadar Kolesterol


Cepat atau lambat, stres bahkan akan meningkatkan kadar kolesterol. Para peneliti Inggris yang mengevaluasi reaksi stres yang dialami oleh 199 orang pria dan wanita yang sehat telah menemukan kenyataan bahwa pada para peserta yang cepat bereaksi terhadap situasi yang emosional secara langsung pada dirinya terjadi peningkatan yang signifikan pada kadar kolesterol dalam darahnya.


Hal ini, mungkin merupakan sesuatu yang diakibatkan oleh karena stress memicu terjadinya peradangan pada tubuh yang mengakibatkan adanya peningkatan dalam produksi lipid (lemak).

Stres yang mempengaruhi kesehatan tidak sepenuhnya diakibatkan oleh reaksi fisiologis.

Stres juga akan mempengaruhi perilaku, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kesehatan.

Kita tidak bisa dengan mudah menghindari seseorang yang membuat kita bermasalah. Karena itu manfaatkanlah hal tersebut untuk mempelajari bagaimana kita melihatnya dari sudut pandang yang lain dalam berinteraksi dengan mereka.

Cara Mengatasi Situasi Yang Menimbulkan Stres


Perbaiki hubungan dengan atasan dengan menghargai walau sekecil apapun dukungan yang telah diberikan oleh atasan.


Belajarlah untuk membuat sebuah hubungan kerja. Jadi, jika tidak memiliki hubungan dengan seseorang usahakan untuk dapat menciptakannya

Belajarlah memahami serta mengevaluasi gaya rekan kerja.

Berolahragalah sesuai kemampuan.

Lakukan teknik relaksasi yang disukai dari tehnik-tehnik yang tradisional hingga Tai Chi maupun meditasi untuk dapatmenemukan keseimbangan.
________________________________________
Dialihbahasakan dan disarikan dari tulisan Elizabeth Heubeck yang dikaji ulang oleh iLouise Chang, MD dari WebMD Feature oleh WS Djaka Panungkas

SUMBER ASLI : Carol Kauffman, PhD, assistant professor, department of psychiatry, Harvard Medical School. Bruce Rabin, MD, PhD, professor of pathology and psychiatry, University of Pittsburgh Medical Center. Len Tuzman, DSW, social worker. John Garrison, PhD, director, stress management program, Lahey Clinic, Burlington, Mass. Karen Leland, president, Sterling Consulting Group; author Watercooler Wisdom: How Smart People Prosper in the Face of Conflict, Pressure, and Change. Scott Meit, PsyD, vice chairman for psychology, department of psychiatry and psychology, The Cleveland Clinic. Kivimaki, M. Archives of Internal Medicine, October 2005; vol 165: pp. 2245-51. Anderson American Journal of Health Promotion, September-October 2000; vol 15: pp. 45-52. Steptoe, A. Health Psychology, November 2005; vol 24.

Tidak ada komentar:

UNTUK MENCAPAI SERTA MEMPERTAHANKAN SUATU KEPULIHAN

  1. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya tubuh Anda memiliki proses-proses alami yang bila dicermati benar-benar, ternyata bahwa proses-proses tersebut memiliki kinerja yang bersifat memelihara, melindungi serta memulihkan dirinya.
  2. Sadari sepenuhnya akan ke-Maha Pengasihan Tuhan, dengan menyadari bahwa sebagai “Yang Maha Pengasih walau dengan alasan apapun pasti tidak akan membiarkan yang dikasihi oleh-Nya sampai harus mengalami penderitaan (cobalah cermati kinerja proses-proses tubuh kita tersebut, yang diciptakan-Nya sebagai bukti dari Ke Maha Pengasihan-Nya tersebut, yang menunjukan bahwa Dia tidak menginginkan sampai kita menghadapi masalah, penderitaan maupun penyakit).
  3. Sadari bahwa setiap masalah atau penyakit sebenarnya merupakan sesuatu yang terjadi jika kita salah didalam berpola pikir serta berpola makan, akibat lebih bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk memuaskan serta menyenangkan diri dari pada bertolok ukurkan pada pola yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan didalam memelihara serta menjaga keutuhan tubuh kita tersebut dengan selalu menerapkan kehendak-Nya didalam setiap gerak langkah yang kita lakukan didalam kehidupan kita sejak saat kita berpikir.
  4. Upayakan agar jangan menilai berlebihan apapun atau siapapun, tapi usahakanlah untuk dapat selalu menciptakan kehidupan yang bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk menciptakan kehidupan bersama yang saling mengasihi atau saling tidak menciptakan masalah satu sama lain. Jadi, hindari penerapan sikap serta prilaku tolok ukurnya berdasarkan pementingan, pemuasan, serta penyenangan diri, keluarga, golongan, agama dan lain-lainnya.
  5. Berpeganglah pada suatu prinsip bahwa apapun yang akan kita lakukan harus selain akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, juga harus jangan sampai bisa menimbulkan masalah bagi pihak yang lain.
  6. Jangan terlalu mempermasalahkan apapun termasuk apa yang diperbuat oleh orang lain. Tetapi, ingatlah selalu bahwa demi dapat menciptakan ketentraman hidup bersama pihak lain, awalilah menciptakannya melalui pengelolaan pola berpikir serta pola bertindak diri kita sendiri.
  7. Tinggalkan pola makan serta minum yang cenderung didasari oleh keinginan untuk dapat memenuhi selera, rasa menyukai atau karena ingin mengikuti mode agar tidak disebut ketinggalan jaman saja, mengingat bermanfaat atau tidaknya yang tergantung dari dibutuhkan atau tidaknya oleh proses-proses tubuh pada saat itu.
  8. Jangan sampai berpikir tentang apa yang harus dilakukan oleh orang lain maupun diri kita sendiri agar kita mencapai kepuasan atau kesenangan. Tetapi pikirkanlah apa yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup tentram dan damai dengan siapapun.

Sekar Kinasih Healing Therapy

Sistim pemulihan melalui pengelolaan pola berpikir dan pola makan/minum

GRATIS KONSULTASI JARAK JAUH

UNTUK INFORMASI TERAPI JARAK JAUH, SILAHKAN MENGHUBUNGI :

mindhealingtherapy@yahoo.com



,