KOTAK PENCARIAN GOOGLE


Rabu, 17 November 2010

MENGELOLA KEMARAHAN DEMI KESEHATAN

/*
MENGELOLA KEMARAHAN DEMI KESEHATAN

Kemarahan merupakan emosi normal manusia yang bersumber dari adanya rasa frustrasi, jengkel, terluka, atau rasa kecewa. Kemarahan dapat merupakan sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat, tergantung dari bagaimana cara kita didalam mengekspresikannya.

Karena jika kita mengetahui cara yang benar dalam mengekspresikannya, maka kemarahan akan dapat membantu mencapai tujuan didalam mengatasi keadaan yang mendesak serta didalam memecahkan suatu masalah.

Akan tetapi, marah akan berubah menjadi suatu yang menciptakan masalah apabila arah kemarahan tidak diketahui serta tidak masuk akal.

KEMARAHAN YANG TIDAK TERUNGKAPKAN

Kemarahan yang tidak terungkapkan, akan menjadi penyebab masalah sebagai akibat dari adanya gejolak perasaan serta situasi depresi yang tercipta.

Walau demikian, kemarahan yang tidak tepat didalam mengekspresikannya juga akan merusak hubungan kita dengan pihak lain, mempengaruhi pola berpikir serta perilaku dan menciptakan berbagai masalah fisik.

Sedangkan kemarahan yang terpendam akan memunculkan berbagai masalah kesehatan, seperti halnya tekanan darah tinggi, gangguan jantung, sakit kepala, penyakit kulit serta masalah-masalah pencernaan.

MENGELOLA KEMARAHAN

• Di saat kita merasa kesal, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam, berpikir positip serta meredam kekesalan kita. Pada saat menarik napas dalam-dalam tadi, ucapkan secara perlahan-lahan dan berulang-ulang dalam hati kata-kata seperti “tenang” atau “sabar” hingga rasa marah kita reda.

• Meskipun mengekspresikan kemarahan adalah lebih baik daripada memendamnya dalam hati, kemarahan sebaiknya tetap harus dinyatakan tetapi dengan cara yang benar-benar tepat. Karena, kemarahan yang dibiarkan meledak tidak produktif dan cenderung menimbulkan masalah dengan pihak yang lain. Disamping itu, ledakan kemarahan akan menekan kinerja dari sistim syaraf dan sistim kardiovaskular hingga akan memperburuk masalah kesehatan. Karena itu, belajar tentang bagaimana caranya untuk mengungkapkan ketegasan, adalah cara terbaik untuk dilakukan didalam mengungkapkan perasaan ataupun keinginan.

• Carilah dukungan dari pihak lain. Ungkapkan semuanya dengan bijaksana dan rubahlah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sebelumnya.

• Cobalah untuk berpikir serta melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda juga.
• Berlatihlah untuk dapat tertawa dalam hati dengan memandang sisi menggelikan dari situasi yang dihadapi saat itu.

• Biasakan untuk mau mendengarkan perkataan pihak lain dengan baik. Karena mendengarkan dengan baik akan membantu kita dalam meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Dan hal ini akan lebih membantu kita didalam mengatasi emosi yang berpotensi menciptakan permusuhan.

Usahakan agar mampu mengungkapkan perasaan dengan tenang serta apa adanya tanpa menimbulkan kesan sebagai usaha membela diri apalagi sampai menampakan sikap bermusuhan, atau terlalu bersikap emosional.

Dialihbahasa dan disarikan dari WebMD Medical Reference yang ditinjau ulang oleh Amal Chakraburtty, MD oleh WS Djaka Panungkas
MENGELOLA KEMARAHAN DEMI KESEHATAN

Kemarahan merupakan emosi normal manusia yang bersumber dari adanya rasa frustrasi, jengkel, terluka, atau rasa kecewa. Kemarahan dapat merupakan sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat, tergantung dari bagaimana cara kita didalam mengekspresikannya.

Karena jika kita mengetahui cara yang benar dalam mengekspresikannya, maka kemarahan akan dapat membantu mencapai tujuan didalam mengatasi keadaan yang mendesak serta didalam memecahkan suatu masalah.

Akan tetapi, marah akan berubah menjadi suatu yang menciptakan masalah apabila arah kemarahan tidak diketahui serta tidak masuk akal.

KEMARAHAN YANG TIDAK TERUNGKAPKAN

Kemarahan yang tidak terungkapkan, akan menjadi penyebab masalah sebagai akibat dari adanya gejolak perasaan serta situasi depresi yang tercipta.

Walau demikian, kemarahan yang tidak tepat didalam mengekspresikannya juga akan merusak hubungan kita dengan pihak lain, mempengaruhi pola berpikir serta perilaku dan menciptakan berbagai masalah fisik.

Sedangkan kemarahan yang terpendam akan memunculkan berbagai masalah kesehatan, seperti halnya tekanan darah tinggi, gangguan jantung, sakit kepala, penyakit kulit serta masalah-masalah pencernaan.

MENGELOLA KEMARAHAN

• Di saat kita merasa kesal, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam, berpikir positip serta meredam kekesalan kita. Pada saat menarik napas dalam-dalam tadi, ucapkan secara perlahan-lahan dan berulang-ulang dalam hati kata-kata seperti “tenang” atau “sabar” hingga rasa marah kita reda.

• Meskipun mengekspresikan kemarahan adalah lebih baik daripada memendamnya dalam hati, kemarahan sebaiknya tetap harus dinyatakan tetapi dengan cara yang benar-benar tepat. Karena, kemarahan yang dibiarkan meledak tidak produktif dan cenderung menimbulkan masalah dengan pihak yang lain. Disamping itu, ledakan kemarahan akan menekan kinerja dari sistim syaraf dan sistim kardiovaskular hingga akan memperburuk masalah kesehatan. Karena itu, belajar tentang bagaimana caranya untuk mengungkapkan ketegasan, adalah cara terbaik untuk dilakukan didalam mengungkapkan perasaan ataupun keinginan.

• Carilah dukungan dari pihak lain. Ungkapkan semuanya dengan bijaksana dan rubahlah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sebelumnya.

• Cobalah untuk berpikir serta melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda juga.
• Berlatihlah untuk dapat tertawa dalam hati dengan memandang sisi menggelikan dari situasi yang dihadapi saat itu.

• Biasakan untuk mau mendengarkan perkataan pihak lain dengan baik. Karena mendengarkan dengan baik akan membantu kita dalam meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Dan hal ini akan lebih membantu kita didalam mengatasi emosi yang berpotensi menciptakan permusuhan.

Usahakan agar mampu mengungkapkan perasaan dengan tenang serta apa adanya tanpa menimbulkan kesan sebagai usaha membela diri apalagi sampai menampakan sikap bermusuhan, atau terlalu bersikap emosional.

Dialihbahasa dan disarikan dari WebMD Medical Reference yang ditinjau ulang oleh Amal Chakraburtty, MD oleh WS Djaka Panungkas

Tidak ada komentar:

UNTUK MENCAPAI SERTA MEMPERTAHANKAN SUATU KEPULIHAN

  1. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya tubuh Anda memiliki proses-proses alami yang bila dicermati benar-benar, ternyata bahwa proses-proses tersebut memiliki kinerja yang bersifat memelihara, melindungi serta memulihkan dirinya.
  2. Sadari sepenuhnya akan ke-Maha Pengasihan Tuhan, dengan menyadari bahwa sebagai “Yang Maha Pengasih walau dengan alasan apapun pasti tidak akan membiarkan yang dikasihi oleh-Nya sampai harus mengalami penderitaan (cobalah cermati kinerja proses-proses tubuh kita tersebut, yang diciptakan-Nya sebagai bukti dari Ke Maha Pengasihan-Nya tersebut, yang menunjukan bahwa Dia tidak menginginkan sampai kita menghadapi masalah, penderitaan maupun penyakit).
  3. Sadari bahwa setiap masalah atau penyakit sebenarnya merupakan sesuatu yang terjadi jika kita salah didalam berpola pikir serta berpola makan, akibat lebih bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk memuaskan serta menyenangkan diri dari pada bertolok ukurkan pada pola yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan didalam memelihara serta menjaga keutuhan tubuh kita tersebut dengan selalu menerapkan kehendak-Nya didalam setiap gerak langkah yang kita lakukan didalam kehidupan kita sejak saat kita berpikir.
  4. Upayakan agar jangan menilai berlebihan apapun atau siapapun, tapi usahakanlah untuk dapat selalu menciptakan kehidupan yang bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk menciptakan kehidupan bersama yang saling mengasihi atau saling tidak menciptakan masalah satu sama lain. Jadi, hindari penerapan sikap serta prilaku tolok ukurnya berdasarkan pementingan, pemuasan, serta penyenangan diri, keluarga, golongan, agama dan lain-lainnya.
  5. Berpeganglah pada suatu prinsip bahwa apapun yang akan kita lakukan harus selain akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, juga harus jangan sampai bisa menimbulkan masalah bagi pihak yang lain.
  6. Jangan terlalu mempermasalahkan apapun termasuk apa yang diperbuat oleh orang lain. Tetapi, ingatlah selalu bahwa demi dapat menciptakan ketentraman hidup bersama pihak lain, awalilah menciptakannya melalui pengelolaan pola berpikir serta pola bertindak diri kita sendiri.
  7. Tinggalkan pola makan serta minum yang cenderung didasari oleh keinginan untuk dapat memenuhi selera, rasa menyukai atau karena ingin mengikuti mode agar tidak disebut ketinggalan jaman saja, mengingat bermanfaat atau tidaknya yang tergantung dari dibutuhkan atau tidaknya oleh proses-proses tubuh pada saat itu.
  8. Jangan sampai berpikir tentang apa yang harus dilakukan oleh orang lain maupun diri kita sendiri agar kita mencapai kepuasan atau kesenangan. Tetapi pikirkanlah apa yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup tentram dan damai dengan siapapun.

Sekar Kinasih Healing Therapy

Sistim pemulihan melalui pengelolaan pola berpikir dan pola makan/minum

GRATIS KONSULTASI JARAK JAUH

UNTUK INFORMASI TERAPI JARAK JAUH, SILAHKAN MENGHUBUNGI :

mindhealingtherapy@yahoo.com



,