KOTAK PENCARIAN GOOGLE

Memuat...

Share It

Selasa, 13 November 2012

SIKAP SALING MENGASIHI, SALING MENGHARGAI DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA YANG BAIK MEMILIKI KEKUATAN PENYEMBUHAN YANG LUAR BIASA

/*

Bila akhir-akhir ini banyak sekali bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa dengan melakukan sedikit perubahan-perubahan pada pola makan-minum serta  gaya hidup yang dimiliki saja kita akan dapat membuat perbaikan-perbaikan yang bermakna pada kesehatan serta  kesejahteraan hidup kita, namun saya bersama rekan-rekan selama melakukan penelitian-penelitian telah menemukan kenyataan bahwa sebenarnya yang terkuat pengaruhnya terhadap kelangsungan suatu proses  pemulihan adalah sikap saling mengasihi, saling menghargai serta memiliki hubungan antar manusia yang baik, yang hanya bisa diperoleh melalui cara :

* Mau meyadari bahwa memiliki kemampuan  dan mau berusaha untuk menciptakan kedamaian, kebahagiaan serta ketenangan.
*Mau berusaha untuk berkomunikasi dengan lebih baik lagi agar dapat meningkatkan rasa kebersamaan.
* Mau hidup dengan baik bersama keluarga maupun teman-teman.
* Mau menerapkan rasa saling menyayangi dan empati .
* Mau bermasyarakat dengan baik.

Karena memiliki  atau tidaknya sikap mau saling mengasihi serta saling menghargai merupakan cikal bakal dari kita bisa memiliki kesehatan yang baik atau tidak, kita mengalami masalah atau tidak atau sembuh dari suatu penyakit atau sulit mencapai kepulihan dari suatu penyakit yang sedang dialami.

Walau saat ini, ilmu pengobatan kedokteran masih terfokuskan pada penanggulangan masalah fisik dan mekanistik melalui penggunaan obat-obatan, cara operasi, akibat masalah gen, kuman, mikroba lain serta keadaan molekul tubuh. Tetapi sejauh ini masih kurang memperhatikan faktor lain diluar masalah tersebut yang sebenarnya pada kenyataannya dampak yang ditimbulkannya terhadap kualitas hidup kita jauh lebih besar lagi dan mampu menimbulkan penyakit serta memicu terjadinya masalah kematian dini dan lain-lain. Karena ketidak saling mengasihi dan menghargai tersebut akan menyebabkan :

* Meningkatnya kemungkinan kita menjadi terlibat kedalam kebiasaan merokok atau makan  secara berlebihan yang secara pasti akan mempengaruhi kesehatan dan menjadikan kita rentan terjerumus kedalam pola hidup yang merusak hidup kita daripada menempuh jalan yang lebih memperbaiki kehidupan kita.
* Meningkatkan keadaan yang beresiko menyebabkan terkena berbagai jenis penyakit serta kematian dini antara 2 sampai 5 kali lipat atau bahkan ada yang lebih dari itu.
* Membuat kita tidak mampu lagi mencapai kehidupan bahagia dan sejahtera yang kita idam-idamkan.

Karena apapun yang membuat kita merasa menyendiri atau terbatasi akhirnya akan mengarahkan kita pada dampak terpaksa harus menghadapi berbagai penyakit atau penderitaan kelak. Sedangkan hal yang sebalinya adalah apapun yang memicu kita untuk bertindak saling mengasihi , saling menghargai serta saling menciptakan hubungan kemasyarakatan yang baik, kelak akan mengarahkan  kita pada pencapaian kepulihan yang didambakan.

Dan sebenarnya, wabah penyakit yang ada pada saat ini bukanlah lagi hanya sekedar penyakit jantung yang secara fisik saja, karena penyakit-penyakit  jantung secara emosional dan spiritual seperti halnya rasa menyendiri, rasa dilainkan, rasa diasingkan serta depresi justru telah begitu mewabahnya hingga telah merusak struktur kehidupan sosial kita didalam hal kebersamaan dan hubungan antar manusianya yang nyatanya merupakan sumber bagi timbulnya berbagai penyakit, sikap sinis dan tindakan-tindakan kekerasan didalam kehidupan.

Padahal, kita telah erciptakan untuk menjadi makhluk yang memiliki pribadi dan bermasyarakat, disamping dididik untuk berbudaya saling mempedulikan dan saling mengasihi agar satu samalain saling memelihara hubungan baik yang telah berlangsung selama beratus ribu tahun lebih. Hingga, seseorang yang tidak memiliki kepedulian terhadap pihak yang lain akan menghadapi kesulitan dalam kehidupannya.

Disisi lain, kesadaran adalah tahap awal yang harus dimiliki oleh seseorang, selama dirinya menjalani suatu proses penyembuhan, baik itu berupa kesadaran akan kemampuan dirinya, maupun kesadaran akan fungsi yang dimilikinya sebagai anggota masyarakat.

Karena itu :

* Berikanlah waktu khusus untuk bisa berkumpul bersama keluarga selain dengan teman-teman.
* Terapkan cara berkomunikasi yang sebaik-baiknya.
* Ciptakan kebersamaan dalam kehidupan.
* Bersikaplah jJujur, mau memaafkan serta bertanggung jawab.
* Mau saling mengasihi dan saling melayani
* Jalani psikoterapi
* Hargai pihak lain
* Tepati janji-janji
* Sering melakukan relaksasi/penenangan diri atau meditasi

Karena jika kita mau meningkatkan sikap saling mengasihi  dan kebersamaan kita, maka kita pasti juga akan mampu meningkatkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan yang tidak ternilai besar artinya bagi kehidupan kita.

Disarikan dan dialih bahasakan dari tulisan Dr. Dean Ornish, MD dalam “The Preventive Medicine Research Institute” oleh WS Djaka Panungkas


Bila akhir-akhir ini banyak sekali bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa dengan melakukan sedikit perubahan-perubahan pada pola makan-minum serta  gaya hidup yang dimiliki saja kita akan dapat membuat perbaikan-perbaikan yang bermakna pada kesehatan serta  kesejahteraan hidup kita, namun saya bersama rekan-rekan selama melakukan penelitian-penelitian telah menemukan kenyataan bahwa sebenarnya yang terkuat pengaruhnya terhadap kelangsungan suatu proses  pemulihan adalah sikap saling mengasihi, saling menghargai serta memiliki hubungan antar manusia yang baik, yang hanya bisa diperoleh melalui cara :

* Mau meyadari bahwa memiliki kemampuan  dan mau berusaha untuk menciptakan kedamaian, kebahagiaan serta ketenangan.
*Mau berusaha untuk berkomunikasi dengan lebih baik lagi agar dapat meningkatkan rasa kebersamaan.
* Mau hidup dengan baik bersama keluarga maupun teman-teman.
* Mau menerapkan rasa saling menyayangi dan empati .
* Mau bermasyarakat dengan baik.

Karena memiliki  atau tidaknya sikap mau saling mengasihi serta saling menghargai merupakan cikal bakal dari kita bisa memiliki kesehatan yang baik atau tidak, kita mengalami masalah atau tidak atau sembuh dari suatu penyakit atau sulit mencapai kepulihan dari suatu penyakit yang sedang dialami.

Walau saat ini, ilmu pengobatan kedokteran masih terfokuskan pada penanggulangan masalah fisik dan mekanistik melalui penggunaan obat-obatan, cara operasi, akibat masalah gen, kuman, mikroba lain serta keadaan molekul tubuh. Tetapi sejauh ini masih kurang memperhatikan faktor lain diluar masalah tersebut yang sebenarnya pada kenyataannya dampak yang ditimbulkannya terhadap kualitas hidup kita jauh lebih besar lagi dan mampu menimbulkan penyakit serta memicu terjadinya masalah kematian dini dan lain-lain. Karena ketidak saling mengasihi dan menghargai tersebut akan menyebabkan :

* Meningkatnya kemungkinan kita menjadi terlibat kedalam kebiasaan merokok atau makan  secara berlebihan yang secara pasti akan mempengaruhi kesehatan dan menjadikan kita rentan terjerumus kedalam pola hidup yang merusak hidup kita daripada menempuh jalan yang lebih memperbaiki kehidupan kita.
* Meningkatkan keadaan yang beresiko menyebabkan terkena berbagai jenis penyakit serta kematian dini antara 2 sampai 5 kali lipat atau bahkan ada yang lebih dari itu.
* Membuat kita tidak mampu lagi mencapai kehidupan bahagia dan sejahtera yang kita idam-idamkan.

Karena apapun yang membuat kita merasa menyendiri atau terbatasi akhirnya akan mengarahkan kita pada dampak terpaksa harus menghadapi berbagai penyakit atau penderitaan kelak. Sedangkan hal yang sebalinya adalah apapun yang memicu kita untuk bertindak saling mengasihi , saling menghargai serta saling menciptakan hubungan kemasyarakatan yang baik, kelak akan mengarahkan  kita pada pencapaian kepulihan yang didambakan.

Dan sebenarnya, wabah penyakit yang ada pada saat ini bukanlah lagi hanya sekedar penyakit jantung yang secara fisik saja, karena penyakit-penyakit  jantung secara emosional dan spiritual seperti halnya rasa menyendiri, rasa dilainkan, rasa diasingkan serta depresi justru telah begitu mewabahnya hingga telah merusak struktur kehidupan sosial kita didalam hal kebersamaan dan hubungan antar manusianya yang nyatanya merupakan sumber bagi timbulnya berbagai penyakit, sikap sinis dan tindakan-tindakan kekerasan didalam kehidupan.

Padahal, kita telah erciptakan untuk menjadi makhluk yang memiliki pribadi dan bermasyarakat, disamping dididik untuk berbudaya saling mempedulikan dan saling mengasihi agar satu samalain saling memelihara hubungan baik yang telah berlangsung selama beratus ribu tahun lebih. Hingga, seseorang yang tidak memiliki kepedulian terhadap pihak yang lain akan menghadapi kesulitan dalam kehidupannya.

Disisi lain, kesadaran adalah tahap awal yang harus dimiliki oleh seseorang, selama dirinya menjalani suatu proses penyembuhan, baik itu berupa kesadaran akan kemampuan dirinya, maupun kesadaran akan fungsi yang dimilikinya sebagai anggota masyarakat.

Karena itu :

* Berikanlah waktu khusus untuk bisa berkumpul bersama keluarga selain dengan teman-teman.
* Terapkan cara berkomunikasi yang sebaik-baiknya.
* Ciptakan kebersamaan dalam kehidupan.
* Bersikaplah jJujur, mau memaafkan serta bertanggung jawab.
* Mau saling mengasihi dan saling melayani
* Jalani psikoterapi
* Hargai pihak lain
* Tepati janji-janji
* Sering melakukan relaksasi/penenangan diri atau meditasi

Karena jika kita mau meningkatkan sikap saling mengasihi  dan kebersamaan kita, maka kita pasti juga akan mampu meningkatkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan yang tidak ternilai besar artinya bagi kehidupan kita.

Disarikan dan dialih bahasakan dari tulisan Dr. Dean Ornish, MD dalam “The Preventive Medicine Research Institute” oleh WS Djaka Panungkas

Tidak ada komentar:

UNTUK MENCAPAI SERTA MEMPERTAHANKAN SUATU KEPULIHAN

  1. Sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya tubuh Anda memiliki proses-proses alami yang bila dicermati benar-benar, ternyata bahwa proses-proses tersebut memiliki kinerja yang bersifat memelihara, melindungi serta memulihkan dirinya.
  2. Sadari sepenuhnya akan ke-Maha Pengasihan Tuhan, dengan menyadari bahwa sebagai “Yang Maha Pengasih walau dengan alasan apapun pasti tidak akan membiarkan yang dikasihi oleh-Nya sampai harus mengalami penderitaan (cobalah cermati kinerja proses-proses tubuh kita tersebut, yang diciptakan-Nya sebagai bukti dari Ke Maha Pengasihan-Nya tersebut, yang menunjukan bahwa Dia tidak menginginkan sampai kita menghadapi masalah, penderitaan maupun penyakit).
  3. Sadari bahwa setiap masalah atau penyakit sebenarnya merupakan sesuatu yang terjadi jika kita salah didalam berpola pikir serta berpola makan, akibat lebih bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk memuaskan serta menyenangkan diri dari pada bertolok ukurkan pada pola yang dikehendaki-Nya untuk kita lakukan didalam memelihara serta menjaga keutuhan tubuh kita tersebut dengan selalu menerapkan kehendak-Nya didalam setiap gerak langkah yang kita lakukan didalam kehidupan kita sejak saat kita berpikir.
  4. Upayakan agar jangan menilai berlebihan apapun atau siapapun, tapi usahakanlah untuk dapat selalu menciptakan kehidupan yang bertolok ukurkan pada upaya-upaya untuk menciptakan kehidupan bersama yang saling mengasihi atau saling tidak menciptakan masalah satu sama lain. Jadi, hindari penerapan sikap serta prilaku tolok ukurnya berdasarkan pementingan, pemuasan, serta penyenangan diri, keluarga, golongan, agama dan lain-lainnya.
  5. Berpeganglah pada suatu prinsip bahwa apapun yang akan kita lakukan harus selain akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, juga harus jangan sampai bisa menimbulkan masalah bagi pihak yang lain.
  6. Jangan terlalu mempermasalahkan apapun termasuk apa yang diperbuat oleh orang lain. Tetapi, ingatlah selalu bahwa demi dapat menciptakan ketentraman hidup bersama pihak lain, awalilah menciptakannya melalui pengelolaan pola berpikir serta pola bertindak diri kita sendiri.
  7. Tinggalkan pola makan serta minum yang cenderung didasari oleh keinginan untuk dapat memenuhi selera, rasa menyukai atau karena ingin mengikuti mode agar tidak disebut ketinggalan jaman saja, mengingat bermanfaat atau tidaknya yang tergantung dari dibutuhkan atau tidaknya oleh proses-proses tubuh pada saat itu.
  8. Jangan sampai berpikir tentang apa yang harus dilakukan oleh orang lain maupun diri kita sendiri agar kita mencapai kepuasan atau kesenangan. Tetapi pikirkanlah apa yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup tentram dan damai dengan siapapun.

Sekar Kinasih Healing Therapy

Sistim pemulihan melalui pengelolaan pola berpikir dan pola makan/minum

GRATIS KONSULTASI JARAK JAUH

UNTUK INFORMASI TERAPI JARAK JAUH, SILAHKAN MENGHUBUNGI :

mindhealingtherapy@yahoo.com



,